Tampilkan postingan dengan label sport. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sport. Tampilkan semua postingan

FOKUS: Tanda Tanya Masa Depan Sepakbola Indonesia



Suka atau tidak, FIFA mempunyai wewenang untuk menentukan nasib anggotanya.

Oleh Donny Afroni

24 Mei 2011 16:47:00

Anak Indonesia - DNC 2010 (*/Aqua-DNC)
Galeri Foto
Perbesar
Anak Indonesia - DNC 2010 (*/Aqua-DNC)

Terkait

Tim

Kongres PSSI untuk mencari ketua dan wakil ketua umum, serta anggota komite eksekutif [Exco] periode 2011-15 telah menemui jalan buntu. Kondisi ini memunculkan perdebatan apakah Indonesia bisa terkena sanksi dari FIFA atau tidak.

Mengacu kepada keputusan Komite Darurat FIFA pada 4 April lalu, PSSI harus sudah mempunyai ketua umum sebelum tanggal 21 Mei. Jika tidak, maka akan dikenakan sanksi atau pembekuan. Putusan itu kemudian dipertegas lagi pada 21 April, dan 6 Mei.

Namun, kongres yang berakhir buntu pada akhir pekan kemarin, dan tidak menghasilkan apapun, membuat Indonesia terancam sanksi atau pembekuan. Lebih parah lagi, jalannya kongres memperlihatkan sikap tidak simpatik dari para pemilik suara yang tergabung dalam Kelompok 78.

Kelompok 78 ini memaksakan kehendak untuk tetap mencalonkan George Toisutta dan Arifin Panigoro menjadi ketua dan wakil ketua umum PSSI periode 2011-15. Nama George dan Arifin masuk ke dalam empat nama yang dilarang FIFA. Dua nama lainnya adalah Nurdin Halid dan Nirwan D Bakrie.

Direktur asosiasi dan keanggotaan FIFA Thierry Regenass telah mengungkapkan alasan federasi sepakbola internasional itu melarang keempat nama tersebut dicalonkan dalam kongres kali ini. Regenass mengungkapkan alasan FIFA ini setelah mendapat desakan dari Kelompok 78 dalam kongres.

Regenass mengungkapkan, Nurdin, Nirwan dan Toisutta dianggap sebagai bagian dari kekisruhan yang melanda sepakbola Indonesia. Sedangkan Arifin menggelar kompetisi Liga Primer Indonesia [LPI] yang di anggap ilegal oleh FIFA.

Penjelasan itu pun diabaikan oleh Kelompok 78, dan mereka tetap bersikukuh meloloskan Toisutta dan Arifin. Tentu saja hal ini menjadi catatan tersendiri dari perwakilan FIFA dan AFC yang hadir di kongres itu, termasuk putusan Komite Banding yang berseberangan dengan keputusan FIFA.

Bosnia & Inggris
Walau tidak serupa, kasus yang terjadi di Indonesia ini hampir mirip dengan Bosnia. Saat itu, FIFA dan UEFA mengingatkan agar Bosnia tidak dipimpin tiga presiden yang terpilih dalam kongres sebelumnya. Namun para pemilik suara federasi sepakbola Bosnia tetap menginginkan tiga presiden yang memimpin federasi mereka melalui kongres. FIFA menolaknya, sehingga berbuntut pembekuan.

Bahkan, Inggris yang belakang kerap menyuarakan pertentangan dengan FIFA tidak berani berbuat macam-macam. Padahal, Inggris bisa dibilang memiliki kekuatan lebih besar dibandingkan Bosnia, atau Indonesia sekalipun. Namun mereka tidak mau mengambil sikap terbuka berkonflik dengan FIFA. Inggris hanya berani mengambil sikap untuk tidak menggunakan hak suara dalam pemilihan presiden FIFA.

“Ada lebih dari 200 negara menjadi anggota FIFA, dan kami salah satu diantaranya. Banyak orang mendesak FA untuk mengubah FIFA. Tapi kami hanya setengah dari satu persen seluruh anggota FIFA,” ujar ketua federasi sepakbola Inggris [FA] David Bernstein kepadaBBC Radio 5 Live dilansir suratkabar Guardian.

“Kami akan menggunakan kekuatan yang kami miliki untuk berbicara dan bekerja sama dengan FIFA. Sangat sulit untuk memaksa reformasi, memaksa untuk mengubah, tapi di saat bersamaan kami masih berada di dalamnya, dan tentunya bukan berada di luar.”

Tanda Tanya
Masih menjadi tanda tanya apakah Indonesia akan mendapat sanksi dari FIFA atau tidak. Departemen media FIFA pun enggan berspekulasi dengan kondisi ini ketika diminta tanggapannya oleh GOAL.com Indonesia.

“Kami belum bisa berspekulasi mengenai potensi pembekuan terhadap PSSI. Anda bisa menemukan relevansi mengenai hal ini di Statuta FIFA artikel 14,” demikian pernyataan departemen media FIFA.

Bisa dibilang, Indonesia beruntung sudah mendapat pengampunan dari FIFA hingga tiga kali atas ulah pihak berkepentingan di persepakbolaan nasional. Jika tidak, mungkin Indonesia sudah bernasib sama seperti Bosnia, atau bahkan Brunei Darussalam yang membentuk organisasi sepakbola nasional tandingan.

Kelanjutan kiprah Indonesia di sepakbola internasional akan ditentukan oleh 15 anggota Exco FIFA yang menggelar sidang pada 30 Mei nanti. Kini, ratusan juta warga Indonesia, terutama penggemar sepakbola nasional, sangat berharap FIFA tidak menjatuhkan palu godam dalam bentuk pembekuan.

Sebab, dampak buruk akan sangat berasa bagi persepakbolaan nasional. Dampak buruk itu tidak hanya berlaku bagi timnas, klub-klub yang berlaga di event internasional, maupun pembinaan pemain muda, melainkan juga berimbas kepada masyarakat yang mencari nafkah dengan adanya pertandingan sepakbola internasional.

Suka atau tidak, sebagai pemilik berbagai aturan sepakbola di dunia, FIFA mempunyai wewenang terhadap anggotanya. Kiprah tim nasional menjadi tolak ukur pembinaan cabang olahraga, termasuk sepakbola. Jika timnas sudah tidak bisa bertanding di level internasional, tak ada yang bisa dijadikan tolak ukur apakah pembinaan sudah berjalan baik atau tidak.

Kelompok 78 merasa yakin Indonesia tidak dikenakan sanksi atau pembekuan dari FIFA. Sekalipun terkena sanksi, maka tak akan berlangsung lama, dan tak memberikan pengaruh terhadap pembinaan sepakbola nasional. Di sisi lain, sejumlah kalangan memperkirakan Indonesia bisa terkena sanksi bila merujuk kepada proses menuju kongres PSSI, dan tidak terpilihnya ketua umum PSSI periode 2011-15 sesuai dengan tengat waktu FIFA.

Michael Essien Masih Ingin Bawa Chelsea Juara Lagi



Gelandang Ghana itu menegaskan loyaitasnya terhadap the Blues.

Oleh Theo Mathias

12 Jun 2011 06:59:00

EPL : Michael Essien , Chelsea vs Fulham (Getty Images)
Galeri Foto
Perbesar

    Michael Essien menjelaskan hasratnya untuk tetap bertahan di Stamford Bridge karena ingin memberikan gelar ganda Liga Primer Inggris dan Liga Champions bagi Chelsea musim depan.

    Essien sering dikaitkan dengan transfer ke Inter, yang ingin merebut kembali Scudetto dari musuh sekota AC Milan.

    "Saya tak sabar bermain kembali di musim depan, saya ingin meraih juara (Liga Primer) lagi dan membawa piala Liga Champions ke Chelsea. Jadi saya tak berpikir apapun untuk tak bermain bagi Chelsea," tegas Essien kepada Sky Sports.

    >> Halaman  Khusus Sepakbola Inggris
    >> Semua Berita Sepakbola Inggris
    >> Jadwal - Hasil - Klasemen Liga Primer Inggris

    Neymar Ingin Kalahkan Lionel Messi Rebut Ballon D'Or

    Pemain muda ini ingin mengikuti jejak Pele merebut Ballon d'Or tanpa harus  memperkuat klub Eropa.

    Oleh Donny Afroni

    10 Jun 2011 18:07:00

    Mixed - Neymar x Messi
    Galeri Foto
    Perbesar
    Mixed - Neymar x Messi


      Ujung tombak muda Neymar optimistis dirinya bakal mendapatkan gelar Ballon d'Or tahun ini bersama klubnya Santos.

      Neymar menjadi incaran sejumlah klub papan atas Eropa seperti Barcelona, Chelsea, dan Real Madrid. Selama ini, gelar Ballon d'Or sering didapat oleh pemain yang tampil di Liga Champions. Namun Neymar ingin mematahkan mitos itu.

      Menurut Neymar, ia ingin menjadi pemain terbaik dunia pada akhir tahun ini. Walau banyak mendapat pinangan dari klub besar, Neymar menyatakan ingin mendapatkan gelar terbaik bersama Santos.

      “Tidak ada yang tak mungkin. Pele menjadi pemain abad ini di Santos. Saya hanya bisa bermain, dan memenangkan gelar juara. Seiring jalannya waktu, kita akan bisa melihat jawabannya [apakah saya saya bisa memenangkan Ballon d'Or atau tidak]. Saya memimpikan itu,” ujar Neymar.

      Karena itu, Neymar berambisi membawa Santos menjadi juara Copa Libertadores. Santos akan menghadapi Penarol di Montevideo pekan depan dalam pertandingan final leg pertama. Tujuh hari kemudian, giliran Santos yang menjamu Penarol. Jika menjadi juara, Santos berpeluang bertemu Barcelona di final kejuaraan dunia antarklub.

      Bila Santos mengalahkan Barcelona, dan Neymar bersinar bersama Brasil di Copa America bulan depan, pemain berusia 19 tahun ini berpeluang besar mengalahkan Messi menjadi pemain terbaik dunia.

      Inggris Harus Bisa Maksimalkan Tiga Laga Terakhir

         Ashley Young kecewa karena Inggris tak mampu menang di kandang sendiri.

      Oleh Ivena Kasatyo

      5 Jun 2011 03:41:00

      EURO 2012 Qualifier, England v Switzerland, Ashley Young, James Milner and Leighton Baines
      Galeri Foto
      Perbesar
      EURO 2012 Qualifier, England v Switzerland, Ashley Young, James Milner and Leighton Baines
      Ashley Young yang menyelamatkan Inggris dari kekalahan mengaku kecewa karena hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Swiss di kualifikasi Piala Eropa 2012, Sabtu (4/6). Namun, ia tegaskan Inggris tetap berpeluang lolos ke putaran final. Hanya, the Three Lions harus memanfaatkan secara maksimal tiga laga terakhir.

      "Kami tim besar. Kami memang akan menghadapi tiga laga yang berat. Tapi kami siap menghadapinya dan menunjukkan performa terbaik. Target kami adalah meraih sembilan poin," tandas Young.

      Inggris menghadapi lawan berat di tiga laga terakhir. Mereka melakoni dua laga tandang melawan Bulgaria dan Montenegro serta sekali menjadi tuan rumah saat menjamu Wales.

      Menanggapi laga melawan Swiss, Young mengungkapkan Inggris seharusnya bisa memenangkan laga tersebut. Apalagi, penampilan mereka makin membaik di babak kedua. Meski menciptakan banyak peluang, namun mereka gagal memanfaatkannya.

      "Di babak kedua, kami menciptakan banyak peluang. Anda tentu berpikir akan menyaksikan jaring bergoyang [saat bola jatuh di kaki Darren Bent yang berhadapan dengan gawang yang kosong]. Tapi itu tak terjadi. Dia kecewa. Begitu pula kami karena sudah menciptakan banyak peluang," katanya.

      "Kami memang mendapat satu poin, tapi kami tetap kecewa," ujar Young lagi.

      Dalam laga itu, Inggris sempat tertinggal 2-0 dan Frank Lampard memperkecil ketinggalannya dari titik penalti. Young yang masuk menggantikan Lampard mencetak gol sehingga menyamakan skor menjadi 2-2. 

      Puasa Torres Berakhir


      Penulis : Tim AndrieWongso.com
      Senin, 25-April-2011
      Apa ukuran pemain sepak bola termahal di dunia? Bagi seorang penyerang, tentulah mencetak gol. Lionel Messi hingga pekan ini sudah mencetak 50 gol dalam semusim dari berbagai kompetisi yang mencatatkan rekor baru di persepakbolaan Spanyol. Ia masih bisa memperbaiki rekornya itu karena musim kompetisi belum berakhir dan timnya (Barcelona) masih berlaga di Liga Champions.

      Berapa harga Messi? Sejumlah media menyebutkan, pemain mungil asal Argentina ini berharga jauh lebih tinggi dari pemain termahal dunia saat ini Cristiano Ronaldo. Ukuran harga ini masih menjadi wacana karena ia belum pernah pindah klub.

      Bagaimana dengan pemain termahal di Inggris, Fernando Torres? Pemain Spanyol yang ditransfer dari Liverpool ke Chelsea ini dijual dengan mencatatkan rekor baru di persepakbolaan Inggris. Meski saat di Liverpool hampir tak ada yang meragukan produktivitas mencetak golnya, di klub barunya, Chelsea, Torres melempem. Sampai-sampai timbul keraguan bahkan ada yang menyebutkan kalau pembelian Torres oleh Chelsea merupkan blunder.

      Keraguan itu timbul karena Torres tak juga mencetak gol sejak memperkuat Chelsea pada awal 2011. Bukan dalam satu-dua kali penambilannya melainkan setelah diturunkan pelatih Carlo Ancelotti lebih dari 10 kali. Pada awalnya sang pelatih meyakinkan publik kalau pada saatnya nanti produktivitas Torres akan tiba juga. Namun publik membaca, Ancelotti pun tak sabar sampai akhirnya harus selalu membangkucadangkan pemain ini di pertandingan-pertandingan penting. Ia baru diturunkan ketika pertandingan 10 menit menjelang berakhir. Pelatih asal Italia ini lebih mempercayakan Didier Drogba sebagai starter dan ternyata masih manjur. Drogba hampir selalu mencetak gol dalam penampilannya, sedangkan Torres makin melempem.

      Pada 23 April 2011, Ancelotti kembali membangkucadangkan Torres saat timnya menjamu West Ham United. Timnya sudah unggul 1-0 saat Torres masuk lapangan menggantikan Drogba pada menit ke-77. Hujan yang mengguyur stadion Stanford Bridge, London, membuat keraguan pada Torres tak menjauh. Namun pada menit ke-84 ia menggiring bola di kotak penalti West Ham. Bola berhenti tertahan air, Torres berbalik ke arah semula. Peman lawan yang menjaganya terlanjur berlari melewatinya sehingga saat Torres menggiring bola ke arah berlawanan, ia jadi tak terjaga. Tendangannya ke sudut kanan gawang West Ham pun tak tertahankan. Dan terjadilah gol pertama Torres bersama Chelsea setelah 13 kali penampilan sebelumnya selalu gagal mencetak gol.

      Torres (jersey biru), berebut bola dengan Manuel Da Costa dari West Ham

      Sambutan atas gol itu luar biasa. Sang pelatih tampak hampir menangis haru. Semua pendukung Chelsea berdiri dan berteriak, "Torres, Torres, Torres...!" Pemain-pemain Chelsea di lapangan merangkulnya dan bahkan semua menindih pemain Spanyol ini.

      Apakah ini pertanda produktivitas Torres mulai bangkit? Tentu masih harus ditunggu karena bisa saja ia kembali melempem. Namun jika melihat track record-nya, Torres seharusnya bisa kembali produktif. Sepanjang karier profesionalnya, ia selalu diandalkan klubnya. Saat memperkuat Atletico Madrid 2001-2007 Torres mencetak 82 gol bersama klub kenamaan Spanyol itu. Saat pindah ke Liverpool, Torres bisa mencetak 65 gol bersama The Reds dalam rentang waktu 2007-2011.Sejak Januari 2011 ia pindah ke Chelsea, namun ia baru mencetak satu gol.

      Masalah terbesar Chelsea, menurut Ancelotti beberapa waktu lalu, adalah rasa kurang percaya diri Torres. Ia mungkin merasa tak yakin kalau dirinya merupakan pemain termahal di Liga Inggris saat ditransfer sebesar 50 juta poundsterling (sekitar Rp 700 miliar). Ini menunjukkan, tak selalu pemain yang dihargai mahal sesuai dengan harganya, setidaknya untuk sementara. Cristiano Ronaldo saat musim pertama bersama Real Madrid juga mengalami hal serupa dengan Torres. Namun pelan-pelan ia bisa menunjukkan kualitasnya. Musim ini ia bahkan sudah menyamai rekor terbaiknya ketika memperkuat Manchester United saat bisa membukukan 42 gol dalam semusim. Sama seperti Messi, Ronaldo masih mungkin memperbaiki rekornya karena kompetisi belum berakhir.

      Bagaimana dengan Torres? Saat ini para pendukungnya hanya butuh pembuktian bahwa Torres bisa mencetak gol kedua, ketiga, dan seterusnya. Seharusnya ini tidak sulit!