Anggapan 'Sekolah Negeri Paling Berkualitas' Picu Penyelewengan


Anggapan 'Sekolah Negeri Paling Berkualitas' Picu Penyelewengan
Sekolah Negeri (ilustrasi)


Senin, 13 Juni 2011 15:14 WIB
REPUBLIKA.CO.ID,JAMBI - Anggapan bahwa sekolah negeri paling baik dan berkualitas itu perlu dihilangkan. Sebab, anggapan itu justru bisa memicu penyelewengan saat penerimaan siswa baru.
Anggota DPRD Kota Jambi, Syafruddin Dwi Aprianto, mengatakan bahwa salah satu upaya mengurangi adanya perilaku tidak beres saat penerimaan siswa baru (PSB) adalah siswa dan orang tua juga perlu menghilangkan anggapan bahwa sekolah negeri paling berkualitas. "Yang perlu dimunculkan adalah tekad bagaimana niat dan keyakinan siswa untuk bersekolah dan belajar dengan baik dan tekun. Hal ini tentunya akan berimbas pada capaian pendidikan siswa yang bermutu," ujarnya.
Meski terbilang sedikit lebih mahal, kualitas sejumlah sekolah swasta juga tidak kalah jauh dengan sekolah negeri. Sekolah swasta justru dinilai lebih jelas dan transparan karena statusnya sebagai sekolah swasta. Hal itu membuat mutu dan kualitasnya berbanding jelas dengan harga atau biaya yang dikeluarkan.
Untuk sekolah negeri, meski dianggap bebas biaya, namun pada kenyataannya ada beberapa permasalahan keuangan yang terkadang menjurus pada kasus pungutan. "Pengelolaan keuangan di sekolah negeri terkesan tidak jelas. Ini yang perlu diperhatikan. Ada anggapan sekolah negeri bebas biaya, namun akhirnya tidak sedikit orang tua yang mengeluhkan biaya yang ada," kata politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Redaktur: Didi Purwadi
Sumber: Antara

0 komentar:

Poskan Komentar