Puasa Torres Berakhir


Penulis : Tim AndrieWongso.com
Senin, 25-April-2011
Apa ukuran pemain sepak bola termahal di dunia? Bagi seorang penyerang, tentulah mencetak gol. Lionel Messi hingga pekan ini sudah mencetak 50 gol dalam semusim dari berbagai kompetisi yang mencatatkan rekor baru di persepakbolaan Spanyol. Ia masih bisa memperbaiki rekornya itu karena musim kompetisi belum berakhir dan timnya (Barcelona) masih berlaga di Liga Champions.

Berapa harga Messi? Sejumlah media menyebutkan, pemain mungil asal Argentina ini berharga jauh lebih tinggi dari pemain termahal dunia saat ini Cristiano Ronaldo. Ukuran harga ini masih menjadi wacana karena ia belum pernah pindah klub.

Bagaimana dengan pemain termahal di Inggris, Fernando Torres? Pemain Spanyol yang ditransfer dari Liverpool ke Chelsea ini dijual dengan mencatatkan rekor baru di persepakbolaan Inggris. Meski saat di Liverpool hampir tak ada yang meragukan produktivitas mencetak golnya, di klub barunya, Chelsea, Torres melempem. Sampai-sampai timbul keraguan bahkan ada yang menyebutkan kalau pembelian Torres oleh Chelsea merupkan blunder.

Keraguan itu timbul karena Torres tak juga mencetak gol sejak memperkuat Chelsea pada awal 2011. Bukan dalam satu-dua kali penambilannya melainkan setelah diturunkan pelatih Carlo Ancelotti lebih dari 10 kali. Pada awalnya sang pelatih meyakinkan publik kalau pada saatnya nanti produktivitas Torres akan tiba juga. Namun publik membaca, Ancelotti pun tak sabar sampai akhirnya harus selalu membangkucadangkan pemain ini di pertandingan-pertandingan penting. Ia baru diturunkan ketika pertandingan 10 menit menjelang berakhir. Pelatih asal Italia ini lebih mempercayakan Didier Drogba sebagai starter dan ternyata masih manjur. Drogba hampir selalu mencetak gol dalam penampilannya, sedangkan Torres makin melempem.

Pada 23 April 2011, Ancelotti kembali membangkucadangkan Torres saat timnya menjamu West Ham United. Timnya sudah unggul 1-0 saat Torres masuk lapangan menggantikan Drogba pada menit ke-77. Hujan yang mengguyur stadion Stanford Bridge, London, membuat keraguan pada Torres tak menjauh. Namun pada menit ke-84 ia menggiring bola di kotak penalti West Ham. Bola berhenti tertahan air, Torres berbalik ke arah semula. Peman lawan yang menjaganya terlanjur berlari melewatinya sehingga saat Torres menggiring bola ke arah berlawanan, ia jadi tak terjaga. Tendangannya ke sudut kanan gawang West Ham pun tak tertahankan. Dan terjadilah gol pertama Torres bersama Chelsea setelah 13 kali penampilan sebelumnya selalu gagal mencetak gol.

Torres (jersey biru), berebut bola dengan Manuel Da Costa dari West Ham

Sambutan atas gol itu luar biasa. Sang pelatih tampak hampir menangis haru. Semua pendukung Chelsea berdiri dan berteriak, "Torres, Torres, Torres...!" Pemain-pemain Chelsea di lapangan merangkulnya dan bahkan semua menindih pemain Spanyol ini.

Apakah ini pertanda produktivitas Torres mulai bangkit? Tentu masih harus ditunggu karena bisa saja ia kembali melempem. Namun jika melihat track record-nya, Torres seharusnya bisa kembali produktif. Sepanjang karier profesionalnya, ia selalu diandalkan klubnya. Saat memperkuat Atletico Madrid 2001-2007 Torres mencetak 82 gol bersama klub kenamaan Spanyol itu. Saat pindah ke Liverpool, Torres bisa mencetak 65 gol bersama The Reds dalam rentang waktu 2007-2011.Sejak Januari 2011 ia pindah ke Chelsea, namun ia baru mencetak satu gol.

Masalah terbesar Chelsea, menurut Ancelotti beberapa waktu lalu, adalah rasa kurang percaya diri Torres. Ia mungkin merasa tak yakin kalau dirinya merupakan pemain termahal di Liga Inggris saat ditransfer sebesar 50 juta poundsterling (sekitar Rp 700 miliar). Ini menunjukkan, tak selalu pemain yang dihargai mahal sesuai dengan harganya, setidaknya untuk sementara. Cristiano Ronaldo saat musim pertama bersama Real Madrid juga mengalami hal serupa dengan Torres. Namun pelan-pelan ia bisa menunjukkan kualitasnya. Musim ini ia bahkan sudah menyamai rekor terbaiknya ketika memperkuat Manchester United saat bisa membukukan 42 gol dalam semusim. Sama seperti Messi, Ronaldo masih mungkin memperbaiki rekornya karena kompetisi belum berakhir.

Bagaimana dengan Torres? Saat ini para pendukungnya hanya butuh pembuktian bahwa Torres bisa mencetak gol kedua, ketiga, dan seterusnya. Seharusnya ini tidak sulit!

0 komentar:

Poskan Komentar