Industri Kreatif TI akan Naik 20 Persen

SURABAYA--MI: Pertumbuhan industri kreatif berbasis teknologi informasi (TI) secara nasional tahun ini optimistis naik 20 persen, yang disumbang oleh dominasi pengusaha yang bergerak dalam bidang perangkat lunak (software).

Keyakinan ini, karena omzet dari industri kreatif tahun lalu sebesar Rp100 triliun lebih besar dari industri otomotif. Dari angka tersebut, 50 persen lebih berasal dari total omzet pelaku usaha piranti lunak, kata Direktur Industri Telematika Ditjen Industri Alat Transportasi dan Telematika Departemen Perindustrian, Ramon Bangun, di Surabaya, Rabu.

Keoptimisan dia, juga didukung sumbangan omzet industri kreatif TI terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun lalu sebesar 6 persen.

Tahun lalu, sumbangan industri kreatif mencapai 6 persen, atau lebih besar dari industri gas, listrik, dan air, katanya.

Untuk mencapai target tahun ini, pihaknya akan melakukan serangkaian upaya. Salah satunya dengan lebih gencar mendekatkan diri ke kalangan perbankan.

Kami yakin, upaya ini dapat memberi stimulus keuangan bagi modal kerja pelaku industri kreatif TI, terutama bagi mereka yang usahanya berskala kecil, katanya.

Melalui pendekatan ini, ia berharap, pengusaha industri tersebut yang berskala kecil dapat memperoleh modal kerja dengan mudah, sehingga kinerjanya juga meningkat.

Kami berupaya, agar mereka dapat memperoleh kredit dengan nominal tertentu dan bisa dicairkan tanpa agunan. Bagi mereka yang mengajukan besaran minimal kredit sebanyak Rp50 juta akan dapat menerima kreditnya tanpa agunan apapun, katanya.

Di samping itu, Kepala Balai Diklat Industri Regional V Surabaya, H. Taswir Syahfoeddin, mengatakan, kini total industri tersebut di Jawa Timur ada sekitar 200 pengusaha. Mayoritas, mereka bertindak sebagai penyedia piranti lunak.

Untuk lebih meningkatkan jumlah pelaku industri tersebut, kami terus membinanya dengan beragam pelatihan, seminar, dan membuka konsultasi pemasaran unggulan melalui internet. Ke depan, dengan bekal itu mereka akan memiliki kemampuan dan pengalaman untuk mengembangkan usaha, katanya. (Ant/OL-06)

0 komentar:

Poskan Komentar