SMP/MTs di Mataram Lulus 100 Persen


Khaerul Anwar | Tri Wahono | Minggu, 5 Juni 2011 | 18:07 WIB



MATARAM, KOMPAS.com - Sebanyak 6.950 siswa pada 62 SMP/MTs di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, lulus 100 persen dalam Ujian Nasional /UN. Sedang nilai tiga besar tertinggi dipegang siswa SMP Negeri I Selong, Lombok Timur, disusul rangking dua dan tiga dipegang masing-masing siswa SMPN 1 Mataram dan SMPN 2 Mataram.


"Tahun ini tingkat kelulusan siswa di Mataram seratus persen, sekaligus memperbaiki peringkat rata-rata kelulusan, menjadi rangking delapan nasional dari rangking 15 pada tahun ajaran 2009/2010," ujar Cukup Wibowo, Kepala Bagian Humas Kota Mataram, Minggu (5/6/2011) sore di Mataram.


Hasil UN siswa SMP di NTB diumumkan serentak hari Sabtu (4/6/2011), dan nilai peserta diambil oleh wali murid. Nyaris tidak terlihat adanya siswa yang merayakan kelulusan dengan konvoi sepeda motor di jalan raya Kota Mataram, atau kesibukan siswa yang corat-coret seragam di lingkungan sekolahnya.


UN tahun ini tercatat 78.284 siswa dari 1.375 SMP/MTs yang mengikuti UN di NTB, dengan tingkat kululusan 99,62 persen. Artinya ada sekolah yang tidak meluluskan siswanya 100 persen seperti di Kabupaten Bima seorang siswa, Lombok Utara dua siswa, Bima 16 siswa, Lombok Barat 33 siswa, Lombok Timur 69 siswa, Lombok Tengah 71 siswa, Kabupaten Sumbawa 39 orang dan Kabupaten Sumbawa Barat 54 siswa.


Sedang nilai tertinggi UN di NTB sebesar 38,55 diraih siswa SMPN 1 Selong, lalu 38,40 dipegang siswa SMPN 1 Mataram, dan 38,35 diraih siswa SMPN 2 Mataram.
Keberhasilan yang diraih SMP/MTs di Mataram, kata Cukup Wibowo, karena persiapan yang lebih baik, di antaranya try out (uji coba) yang dilakukan interen masing-masing sekolah tiga menjelang UN, di samping try ou t yang dilakukan tiga kali dan biayanya ditopang Pemerintah Kota Mataram lewat APBD.


"Hasil try out itu dievaluasi, dianalisa seputar kelemahan dan daya serap kepada siswa, kemudian diperdalam sebagai bekal siswa menghadapi UN. Tahun sebelumnya memang ada try out, namun tidak dianalisa secara baik," tutur Cukup Wibowo.

Sumber: Kompas.com

0 komentar:

Poskan Komentar